27.4 C
Jakarta
May 20, 2024
Penjualan Resmi Software Akuntansi Accurate
Akuntansi

Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Seperti perusahaan lainnya, perusahaan manufaktur pun memiliki siklus akuntansi. Namun, siklus akuntansi perusahaan manufaktur ini terbilang berbeda dari siklus akuntansi perusahaan lain. Agar lebih mudah memahami perbedaannya serta penerapan siklus akuntansi ini pada perusahaan manufaktur, berikut ini penjelasan lengkapnya.

Pengertian Perusahaan Manufaktur

Di Indonesia, ada banyak sekali perusahaan manufaktur. Bisa dibilang, keberadaan jenis perusahaan inipun sangat penting, karena mereka menjual bahan baku atau bahan mentah untuk operasional perusahaan lain dalam melakukan produksi. Tidak hanya itu saja, perusahaan manufaktur pun bisa dibilang penting dalam kelangsungan perputaran ekonomi negara.

Perusahaan manufaktur adalah suatu perusahaan yang fokus memproduksi atau mengolah produksi fisik, seperti bahan baku, barang setengah jadi ataupun barang jadi. Contoh perusahaan manufaktur yaitu seperti industri tekstil, garmen, dan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Dalam prosesnya, perusahaan manufaktur akan melakukan pembelian bahan baku, mengolah bahan baku menggunakan tenaga kerja serta biaya pabrik, dan menciptakan produk jadi yang akan disimpan ataupun dijual.

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Adapun ciri-ciri dari suatu perusahaan manufaktur, yaitu:

  • Aktivitas operasiona bisnisnya adalah memproduksi bahan baku menjadi barang jadi
  • Keuntungan didapatkan dari memasarkan produk barang jadi
  • Punya persediaan produk secara fisik
  • Biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja serta overhead
  • Menghitung harga pokok produksi dalam laporan keuangan laba ruginya
  • Terdapat perkiraan harga pokok penjualan dalam laporan laba ruginya

Akun pada Perusahaan Manufaktur

penjelasan tentang siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Terdapat beberapa akun yang biasanya digunakan dalam perusahaan manufaktur, yaitu:

  • Pembelian bahan baku; biasanya digunakan dalam mencatat transaksi pembelian bahan baku
  • Persediaan bahan baku; biasanya digunakan dalam mencatat bahan baku yang hingga satu periode tidak diproduksi
  • Persediaan barang dalam proses; biasanya digunakan dalam mencatat proses pembuatan yang kemungkinan tidak selesai hingga satu peridoe dan akan dilanjutkan pada proses produksi di periode selanjutnya
  • Persediaan barang jadi; biasanya digunakan dalam mencatat persediaan abrang dalam proses awal tahun yang akan dilanjutkan proses produksinya sampai menjadi barang jadi. Barang jadi yang juga belum terjual hingga akhirn tahun, maka akan dicatat sebagai persediaan barang jadi
  • Ikhtisar harga pokok produksi; biasanya digunakan dalam menampung pembeban seluruh ongkos produksi. Sehingga saat final periode, seluruh ongkos buatan akan dibebankan ke akun ikhtisa harga pokok produksi.

Sistem Pencatatan dalam Perusahaan Manufaktur

Dalam siklus akuntansi perusahaan manufaktur, proses pencatatan dilakukan dengan 2 sistem, yaitu secara periodik atau pencatatannya dilakukan secara terjadwal dan juga secara perpetual atau pencatatan dijalankan secara berkala atau terus-menerus.

Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Siklus akuntansi merupakan suatu proses lengkap dari pencatatan transaksi perusahaan di satu periode akuntansi sampai menjadi sebuah laporan keuangan yang berisi biaya serta pendapatan yang terjadi di periode akuntansi tersebut.

Dalam siklus akuntansi perusahaan manufaktur ada beberapa syarat khusus, terutama pada kebutuhan untuk memakai metode akrual di setiap pencatatan akuntansinya serta kebutuhan perusahaan untuk menentukan sistem dalam menilai persediaan.

Yang membedakan perusahaan manufaktur dengan perusahaan lain yaitu pada sistem penilaian harga pokok penjuelan. Ditambah adanya pencatatan aset serta liabilitas yang bersisa di akhir periode.

Nah, untuk lebih memahaminya, berikut ini tahapan siklus akuntansi perusahaan manufaktur:

  1. Penerimaan dokumen transaksi

Tahapan awal ini dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti transaksi keuangan, lalu diberikan kepada pihak akuntansi, agar dapat diolah menjadi sumber data untuk pencatatan transaksi. Ada beragam bentuk dokumen yang dapat dijadikan sumber data yaitu nota invoice, purchase order (PO), purchase requisition (PR) dan lainnya.

Tiap-tiap dokumen ini harus disimpan dan dicatat, khususnya dalam proses transaksi membeli bahan baku yang biasanya akan dilakukan perusahaan manufaktur, dan juga melibatkan banyak sekali jenis dokumen. Karena perusahaan manufaktur bukan hanya membeli atau menjual suatu produk saja, tapi juga memproses banyak bahan baku mentah menjadi barang jadi.

Pencatatan transaksi ini dilakukan agar dapat pengatur keuangan perusahaan dengan baik serta menghindari kesalahan yang dapat menghambat ataupun memperburuk kondisi dari perusahaan.

  1. Penjurnalan

Setelah seluruh dokumen diterima, informasi yang berasal dari dokumen tersebut kemudian akan didokumentasikan pada jurnal akuntansi, baik itu jurnal umum ataupun jurnal khusus. Kegiatan ini disebut juga dengan nama penjurnalan.

Sebagai informasi, perbedaan dari jurnal umum dan jurnal khusus berada pada detail informasi yang dicatatnya. Informasi yang dicatat dalam jurnal umum akan diterangkan lebih lanjut dalam jurnal khusus. Nantinya kedua jurnal ini dibutuhkan dalam menyusun laporan keuangan dan juga buku besar. Jurnal juga dapat membantu mencari jumlah nominal setara atau balance di bagian debet ataupun kredit. Selain itu, jurnal dapat membantu mengetahui perhitungan seluruh bukt transaksi yang dilakukan perusahaan di periode tertentu.

Penjurnalan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengelompokkan transaksi sesuai dengan keterangan yang ada di akun-akun dalam jurnal tersebut.

Baca Juga: Jurnal Penjualan: Pengertian, dan Cara Membuat Jurnal Penjualan Perusahaan Dagang

  1. Posting ke buku besar

tahap-tahap dalam siklus akuntansi perusahaan manufaktur

Siklus akuntansi perusahaan manufaktur berikutnya yaitu, melakukan posting seluruh informasi yang ada dalam jurnal umum dan jurnal khusus, pada buku besar. Buku besar (general ledger) adalah dokumen berbentuk sebuah buku yang dipakai untuk memindahkan akun yang tercatat di jurnal. Dengan kata lain, buku besar ini adalah wadah atau tempat ringkasan data.

Setiap akun yang dicatat dalam jurnal umum dan khusus akan terakumulasi di buku besar tersebut. Seperti, akun kas, piutang, biaya, utang, dan lainnya. dengan begitu, pihak terkait, baik akuntan ataupun manajer perusahaan dapat melacak kesalahan dalam pencatatan transaksi dengan lebih mudah. Buku besar pun bermanfaat bagi pihak eksternal untuk melakukan audit.

  1. Neraca saldo

Setelah melakukan posting pada buku besar, tahapan selanjutnya adalah membuat neraca saldo.

Neraca saldo punya fungsi menjadi alat koreksi untuk semua pencatatan transaksi yang telah dilakukan, hingga ke tahapan buku besar. Karena dalam neraca saldo, nilai debit dan kredit harus balace.

  1. Jurnal penyesuaian

Tahapan inilah yang menjadi pembeda antara siklus akuntansi perusahaan manufaktur dengan perusahaan lainnya.

Karena kebanyakan perusahaan manufaktur memakai basis akrual, maka nantinya ada beragam penyesuaian yang dilakukan di akhir bulan atau akhir periode akuntansi. Karena hal inilah, dibutuhkan jurnal penyesuaian yang akan dimasukkan ke neraca saldo. Setelah jurnal penyesuaian dibuat dan juga dimasukkan dalam neraca saldo, neraca saldo pun akan berubah menjadi neraca saldo setelah penyesuaian.

Metode akrual sendiri adalah metode yang mana transaksi dicatat sesuai dengan waktu terjadinya, bukan berdasar terjadinya kas masuk ataupun keluar.

  1. Neraca saldo setelah penyesuaian

Selanjutnya, jurnal penyesuaian akan dimasukkan dalam neraca saldo, hingga menemukan nilai seimbang antara debit dan kredit yang baru. Karena neraca saldo dari perusahaan manufaktur memakai basis akrual yang ahrus disesuaikan untuk memangkas perbedaan saldo, nantinya, hasil saldo dalam neraca saldo setelah dilakukan penyesuaian dapat menjadi lebih valid.

  1. Pembuatan laporan keuangan

Bagi perusahaan manufaktur, biasanya pembuatan laporan keuangan dilakukan dengan bantuan software akuntansi. Karena sifatnya yang memudahkan, cepat, terkomputerisasi dan juga tentunya hasilnya lebih akurat.

Namun, bila dilakukan dengan cara manual, prosesnya dapat dilakukan dengan memasukkan data dari neraca saldo dan buku besar ke laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan modal serta laporan arus kas.

Selain itu, ada Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) yang juga harus dibuat. Ini adalah catatan yang berisi informasi tambahan tentang struktur organisasi, kebijakan yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) serta pengungkapan lain yang mungkin dibutuhkan agar laporan keuangan dapat akurat.

  1. Jurnal penutup

Tahap ini dilakukan saat perusahaan sudah sampai pada akhir periode akuntansi. Fungsi dari jurnal penutup ini adalah menutup seluruh akun seperti aset, liabilitas, pendapatan, biaya dan akun-akun lainnya. sehingga di awal periode selanjutnya, akun dalam laporan keuangan akan memiliki nilai nol dan sudah siap dipakai untuk transaksi berikutnya.

  1. Jurnal pembalik

Tahapan ini sifatnya opsional. Di mana jurnal pembalik ini dipakai di awal periode baru, dengan membalik beberapa jurnal penyesuaian di periode sebelumnya. Jurnal penyesuaian yang dibalik tersebut biasanya berkaitan dengan akun neraca perusahaan.

Fungsi jurnal pembalik ini adalah untuk memudahkan proses penyusunan laporan keuangan di periode transaksi baru, menyederhanakan penyusunan jurnal di periode transaksi mendatang dan meminimalisasi kekeliruan perhitungan saldo akun yang mungkin terjadi.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, siklus akuntansi perusahaan manufaktur akan lebih mudah diterapkan dengan bantuan software akuntansi Accurate Online. Fitur-fiturnya akan membuat seluruh proses akuntansi lebih cepat dan akurat.

Anda dapat mengecek laman Dutasolusinusantara untuk info lebih lanjut terkait Accurate Online!

Rekomendasi Liquid saltnic terbaik 2023

Related posts

Pengertian Inovasi Disruptif, Contoh, dan Tips Untuk Bisnis Anda

Miftah

Nilai Aktiva Bersih (NAB): Pengertian dan Cara Menghitungnya

Eri Katsir

Perbedaan Kas Kecil dan Kas Besar dalam Membuat Laporan Keuangan

Iskandar Rumi