27.4 C
Jakarta
May 20, 2024
Penjualan Resmi Software Akuntansi Accurate
Bisnis

Pengertian Kemasan Produk, Fungsi, Tujuan, Syarat dan Jenis

Pengertian Kemasan Produk

Kemasan produk merupakan salah satu elemen penting dari proses marketing ataupun distribusi suatu produk. Karena ini adalah hal penting, maka elemen ini juga harus mendapatkan perhatian lebih, ketika Anda memiliki bisnis yang mana memproduksi ataupun menjual suatu produk. Nah, untuk itulah, berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang pengertian kemasan produk, fungsinya, tujuan, syarat serta jenis-jenis yang biasanya digunakan.

Pengertian Kemasan Produk

Secara umum, pengertian kemasan produk ini sendiri adalah suatu pembungkus ataupun wadah yang fungsinya mencegah atau meminimalisasi kerusakan produk yang dikemas.

Untuk memahaminya lebih jauh, para ahli pun memiliki pendapat tersendiri tentang pengertian kemasan produk. Seperti menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong, kemasan produk adalah kegiatan yang berkaitan dengan desain serta produk. Yang mana kemasan ini akan berfungsi dengan baik serta produk pun dapat terlindungi.

Sedangkan menurut D. Rodriguez, pengertian kemasan produk adalah wadah yang dipakai untuk mengubah kondisi bahan pangan yang ada di dalamnya. Di mana kemasan produk ini bisa dipakai dalam mengubah senyawa kimia aktif, sehingga dapat dipakai dalam jangka panjang atau tetap awet hingga beberapa waktu ke depan.

Menurut Titik Wijayanti, kemasan produk adalah usaha perusahaan dalam memberi informasi pada setiap konsumennya mengenai produk yang terdapat di dalamnya.

Dan menurut Cahyorini serta Rusfian, kemasan merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan, yang meliputi desain grafis, informasi produk dan struktur desainnya.

Baca Juga: Mengenal Apa itu Harga Pokok Produksi dan Cara Menghitungnya

Fungsi Kemasan Produk

pengertian kemasan produk dan fungsinya

Kemasan produk ini tidak hanya dibuat untuk sebagai wadah atau tempat saja, namun juga ada beberapa fungsi lain dari kemasan produk, yaitu:

  1. Fungsi protektif

Fungsi protektif dari kemasan produk yaitu mencakup seluruh proteksi pada produk, prasarana transportasi, perbedaan iklim serta pendistribusian produk yang bisa saja berdampak pada pengemasan. Dengan adanya kemasan produk ini, maka produk dapat terlindungi, konsumen pun tidak lagi khawatir tentang produk yang dibelinya akan rusak ataupun cacat.

  1. Fungsi promosional

Dalam memudahkan proses promosi dari produk, perusahaan pun akan mempertimbangkan beberapa aspek yang mungkin jadi nilai lebih bagi konsumen, seperti warna, ukuran dan juga penampilan produknya.

Dalam proses promosi, kemasan produk punya fungsi berupa:

  • Company and brand image; ini maksudnya adalah kemasan sebagai brand image perusahaan, di mana kemasan yang dibuat atau didesain dengan baik akan memberi kekuatan tersendiri bagi perusahaan, seperti konsumen jadi lebih mudah dalam mengenali perusahaan ataupun merek produknya.
  • Consumer affluence; desain dari kemasan yang kreatif, tampilan, kenyamanan, keandalan serta prestise-nya yang tinggi, akan memengaruhi konsumen dalam membeli sebuah produk, sekalipun mereka harus rela mengeluarkan uang dengan harga yang tinggi pula.
  • Self service; kemasan produk bisa menjelaskan mengenai ciri khas produk yang dijual. Di mana ini akan memungkinkan produk punya bentuk serta tampilan kemasan yang berbeda.
  • Innovation opportunity; inovasi terkait kemasan produk akan memberi manfaat bagi konsumen serta perusahaan itu sendiri, yang mana inipun dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Tujuan Kemasan Produk

Selain fungsi yang sudah dijelaskan di atas, kemasan produk pun punya beragam tujuan, yaitu:

  1. Physical production; dengan kata lain tujuan penggunaan kemasan produk ini adalah melindungi produk tersebut dari suhu, guncangan, getaran ataupun tekanan.
  2. Barrier protection; kemasan digunakan dengan tujuan melindungi dari debu, oksigen, uap air serta hambatan.
  3. Containment or Agglomeration; maksudnya adalah benda yang dikelompokkan ke dalam satu paket, akan membuat proses transportasi serta penangannya jadi dapat lebih efisien.
  4. Convenience; kemasan produk juga jadi fitur penambah kenyamanan ketika pendistribusian, penjualan, penanganan, pembukaan dan penutupan kembali, penggunaan ataupun ketika akan digunakan kembali serta tampilannya.
  5. Reducing theft; kemasan produk yang akan rusak secara fisik ketika dibuka ataupun tidak bisa ditutup kembali akan menghindari tindakan pencurian saat produk dalam perjalanan.
  6. Marketing; kemasan serta label produk punya tujuan untuk memasarkan serta mengajak konsumen untuk membeli produk.

Syarat Kemasan Produk

pengertian kemasan produk dan jenisnya

Setelah mengetahui tentang pengertian kemasan produk, fungsi serta tujuan penggunaannya, Anda juga harus mengetahui bahwa ada beberapa syarat kemasan produk yang baik. Kemasan produk yang baik akan membantu perusahaan membangun ekuitas merek serta mendorong peningkatan penjualan.

Beberapa Syarat Utama Kemasan Produk

Nah, berikut ini adalah beberapa syarat ataupun kriteria dari kemasan produk yang baik:

  • Efisien; Kemasan haruslah efisien dan efektif dalam penggunaannya. Ketika kemasan semakin mudah digunakan, maka akan semakin sedikit pula waktu yang dibutuhkan dalam menyiapkannya.
  • Praktis dan fungsional; kemasan akan dibutuhkan dalam memudahkan pengiriman, pengangkutan produk serta memudahkan proses penyimpanan dan penataannya.
  • Cocok dengan produk; kemasan produk harus sesuai dengan produk yang akan dikemasnya. Misalnya produk yang seharusnya dikemas menggunakan kemasan bening transparent malah dikemas menggunakan kemasan yang seluruhnya tertutup, sehingga isi di dalamnya tidak terlihat secara langsung. Yang mana konsumen harus terlebih dahulu membuka kemasan untuk melihat produk, yang sebenarnya malah merusak kemasan yang sudah tersegel dan juga merugikan produsen.
  • Mudah dikenali; kemasan produk harus memudahkan konsumen dalam mengenali produk, mulai dari kode, warna, tulisan, dan lainnya.
  • Tidak bersifat toxic; kemasan produk digunakan untuk mempertahankan kondisi dari produk di dalamnya, seperti rasa, aroma, warna dan juga tidak memicu reaksi kimia yang bisa merusak produk itu sendiri.
  • Aman; kemasan harus dapat melindungi keamanan produk di dalamnya, serta menghindari gangguan dari luar, seperti panas ataupun dingin, bau tidak sedap, sinar matahari, benturan dan lainnya.
  • Tidak mudah bocor; kemasan yang baik juga harus tidak mudah bocor, sekalipun adanya guncangan dan gangguan dari luar lainnya. Ini untuk menjaga produk di dalamnya tetap terlindungi.
  • Menarik; kemasan yang menarik akan membuat konsumen penasaran dan tergugah untuk membeli.
  • Ekonomis atau berbiaya rendah; maksudnya adalah sebaiknya perusahaan dapat menekan biaya kemasan produk, namun tetap mengutamakan kualitas, agar dapat memberikan konsumen produk dengan kemasan yang dijual dengan harga terjangkau atau ekonomis.
  • Kemudahan dalam pembuangan kemasan bekas; yang juga harus diperhatikan dalam membuat suatu kemasan produk adalah kemudahan setelah kemasan bekas sudah selesai digunakan atau akan dibuang. Kemasan produk sekarang ini sudah banyak dibuat dengan lebih praktis ataupun dapat dipakai kembali atau didaur ulang.
  • Memenuhi standar; maksudnya, kemasan produk haruslah memenuhi strandari yang ada, seperti ukuran, berat, bentuk serta kemudahan dalam hal daur ulangnya.

Jenis Kemasan Produk

pengertian kemasan produk dan jenisnya

Jenis kemasan produk dibagi menjadi 3 kategori, berdasarkan struktur isinya, frekuensi pemakaiannya, dan juga berdasar tingkat kesiapan pakai. Berikut ini penjelasannya:

  1. Berdasar Struktur Isi

Ada 3 jenis kemasan berdasar struktur isinya, yaitu:

  • Kemasan primer, di mana bahan yang dipakai adalah untuk menjadi kemasan langsung untuk bahan makanan, seperti botol minum, kaleng susu dan lainnya.
  • Kemasan sekunder, kemasan yang fungsinya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti kotak peti kayu, kotak kardus dan lainnya.
  • Kemasan tersier, kemasan yang dapat dimanfaatkan dalam melindungi produk selama pengiriman.
  1. Berdasar Frekuensi Pemakaian

Berdasar frekuensi pemakaiannya, jenis kemasan pun dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Disposable; kemasan yang dipakai satu kali saja dan langsung dibuang, seperti kemasan daun pisang, kemasan plastik dan lainnya.
  • Multi-trip; kemasan yang dapat dipakai berkali-kali oleh konsumen, serta dapat dikembalikan pada agen penjual untuk dapat dipakai kembali, misalnya seperti botol kaca saus atau minuman, gallon air minum dan lainnya.
  • Semi-disposable; kemasan produk yang tidak dibuang karena dapat dipakai kembali oleh konsumen, seperti kaleng biscuit ataupun botol sirup.
  1. Berdasar Tingkat Kesiapan Pakai

Ada 2 jenis kemasan berdasarkan tingkat kesiapan pakainya, yaitu:

  • Siap pakai; yang mana kemasan ini siap diisi serta bentuknya telah sempurna sejak diproduksi, seperti kaleng, botol dan lainnya.
  • Siap dirakit; kemasan ini harus dilakukan perakitan terlebih dulu sebelum diisi produk, seperti alumunium foil, kertas kemas, plastik, dan lainnya.

Itulah beberapa hal terkait pengertian kemasan produk serta fungsi, tujuan, syarat dan juga jenis kemasan yang biasa digunakan.

Kesimpulan

Untuk membuat desain, bentuk, serta tampilan kemasan produk yang baik sesuai dengan syarat yang sudah disebutkan, maka pastinya dibutuhkan riset terkait desain yang disukai target market Anda, bahan terbaik, serta dari segi harga yang tepat. Jangan sampai, Anda memilih kemasan produk yang tidak disukai konsumen ataupun menyebabkan pembengkakan pada biaya produksinya. Yang mana ini akan merugikan perusahaan.

Karena ini juga lah, Anda sebaiknya melakukan pencatatan setiap transaksi yang terjadi dalam bisnis atau perusahaan. Baik itu dalam hal biaya operasional ataupun keuntungan dari hasil penjualan Anda. Untuk memudahkan pencatatan dan pembuatan laporan keuangan, Anda dapat menggunakan software akuntansi Accurate Online untuk dapat menghasilkan data-data yang lebih akurat.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang Accurate Online, Anda dapat mengunjungi laman ABCSemanggi.com.

Rekomendasi Liquid saltnic terbaik 2023

Related posts

Product Positioning: Pengertian dan Cara Menentukannya dengan Tepat

Eri Katsir

Ghost Kitchen, Solusi Bisnis Kuliner Baru di Tengah PPKM Darurat

Erapuji

Apa Itu Fiskal dan Kebijakan Fiskal, Tujuan, Jenis dan Komponennya

ademuthia