34.3 C
Jakarta
May 21, 2024
Penjualan Resmi Software Akuntansi Accurate
Uncategorized

Omset 30 Juta SETIAP HARI? Yuk Mulai Bisnis Pernak-Pernik Natal

Peluang usaha akhir tahun – Bulan Desember memang identik dengan natal dan tahun baru. Karena kedua momentum tersbut merupakan momentum pasti terjadi setiap tahunnya, maka pada akhirnya membuka peluang usaha musiman baru mereka yang pandai untuk mencari cuan dalam momentum tersebut.

Baca Juga: Ingin Tahu Peluang Usaha di Akhir Tahun 2019?

Selain bisnis parcel natal dan tahun baru, pernak-pernik natal juga menjadi ladang bisnis yang menggiurkan untuk dicoba di setiap akhir tahun. Potensi untung bisnis pernak-pernik natal ini cukup positif, bisa dibilang peminatnya tidak akan susut. Ragam pernak-pernik natal kian beragam dan unik, mulai dari pohon natal, ornamen-ornamen untuk pohon natal, hiasan rumah, hiasan kamar, hiasan kantor, hiasan sekolah hingga hiasan natal untuk di kafe-kafe.

Baca Juga: Bisnis Parcel Natal dan Tahun Baru

Ya, berkreasilah dan melihat peluang apa kiranya pernak-pernik natal yang bisa Anda modifikasi, dibuat lebih menarik lalu dijual kembali, atau Anda juga bisa menciptakan pernak-pernik baru dari desain Anda sendiri. Misalnya, boneka Santa Claus, casing handphone, hiasan rumah seperti sarung bantal sofa hingga alas meja beriaskan hiasan Natal.

Tips: Umumnya, orang sering menomorsatukan harga dalam memilih barang. Pasang harga yang kompetitif untuk pernak-pernik Natal yang Anda jual. Ingat, walaupun memberi harga yang terbilang murah dibanding kompetitor, selalu perhatikan kualitas pernak-pernik barang dagangan Anda. Berkreasilah dan jagalah kualitas barang Anda agar pelanggan senang dengan membeli barang Anda.

Dilansir dari Okezone.com Salah satu penjual perlengkapan Natal di pasar Asemka, Lidya mengaku, penjualan penjualan pernak-pernik Natal pada tahun ini lebih meningkat dibanding tahun lalu. Hal ini dibuktikan dengan naiknya omzet penjualan di kisaran Rp30 juta-Rp50 juta per hari.

“Dari September yang beli sudah ramai. Kalau omzet sekitar segitu. Mendekati hari H, kita kasih diskon supaya lebih besar untuk memeriahkan hari besar ini juga,” tutur Lidya kepada Okezone.

Seperti topi Natal harganya sekira Rp20.000-Rp75.000, tergantung motif dan model yang diinginkan. Pernak-pernik pohon natal berkisar harga Rp15.000 hingga harga Rp250.000.

Sedangkan untuk pohon natal dipatok harga Rp290.000 sampai yang paling mahal Rp15,9 juta sesuai dengan ukuran dan modelnya. Pohon natal hijau dengan corak putih di ujungnya dibandrol harga Rp13,9 juta dengan ukuran 12 F.

 

Carilah Produk Hand Made

Meski tidak diproduksi sendiri, pernak-pernik utama yang harus Anda cari adalah yang hand made. Mengapa demikian? Sebab, umumnya pernak-pernik hand made memiliki nilai estetika yang lebih baik, sehingga akan lebih banyak konsumen yang memilihnya. Selain itu, produk hand made biasanya juga memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga keuntungan yang didapatkan akan semakin banyak.

 

Pilih Supplier yang Terpercaya

Meski hanya sebuah bisnis pernak-pernik, tentunya supplier yang akan diajak kerja sama harus terpercaya. Yang dimaksud terpercaya adalah, mampu memberikan produk yang berkualitas dan hasil hand made. Selain itu, terpercaya disini artinya juga supplier yang bisa diajak kerja sama dengan baik.

 

Jangan Lupa Catat Setiap Penjualan Pernak-pernik Natal

Hal yang sering dianggap sepele oleh para pebisnis musiman adalah melakukan pencatatan tansaksi yang terjadi saat bisnis mereka berlangsung. Padahal pencatatan setiap transaksi yang terjadi pada bisnis mereka akan membantu para pebisnis untuk mengetahui untung yang dihasilkan dari bisnis musiman yang mereka jalani. Accurate Online sebagai satu-satunya software akuntansi paling mudah di Indonesia siap membantu Anda untuk mencatat transaksi yang ada dalam bisnis pernak-pernik natal kali ini.

Rekomendasi Liquid saltnic terbaik 2023

Related posts

Baca Dulu! Peraturan Berkendara Selama Corona.

ademuthia

Akuntansi Perpajakan Sebagai Strategi Menganalisa Pajak Usaha Anda

ademuthia

4 Komponen Mudah Laporan Laba – Rugi untuk UKM dan UMKM

ademuthia

Leave a Comment