33.5 C
Jakarta
April 11, 2024
Penjualan Resmi Software Akuntansi Accurate
Uncategorized

Mengenal Apa Itu Ritel, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Dalam dunia bisnis, kita sudah cukup sering mendengar istilah ritel atau retail, entah itu di TV maupun koran. Di kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya sudah sering berhubungan dengan bisnis ritel yakni saat kita membeli barang atau jasa di warung maupun minimarket. 

Namun, tidak sedikit yang belum memahami apa itu ritel dan perbedaanya dengan jenis bisnis lainnya. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian bisnis ritel, fungsi, dan jenis-jenisnya. 

Pengertian Ritel

Ritel adalah aktivitas perdagangan barang maupun jasa secara langsung kepada konsumen akhir. Dalam bahasa Indonesia, ritel dikenal juga sebagai eceran, yakni barang yang dijual dalam jumlah satuan atau sedikit-sedikit. 

Dalam bisnis ritel, konsumen membeli barang atau jasa untuk dikonsumsi sendiri dalam artian tidak untuk dijual lagi. Dari pengertian ini, kita dapat melihat perbedaannya dengan grosir yang menjual barang dalam jumlah banyak dan untuk dijual kembali. 

Dari segi ekonomi, bisnis ritel dianggap memiliki peran yang sangat krusial mengingat bisnis ini adalah ujung tombak dari rantai pasokan (supply chain). Ritel berperan penting sebagai perantara akhir antara produsen yang memproduksi barang dengan konsumen yang menikmati barang dan jasa tersebut. 

Dalam aktivitas ekonominya, ritel mengambil keuntungan dengan mengambil selisih harga jual kepada konsumen dari harga beli di pihak produsen atau distributor. Beberapa contoh bisnis ritel adalah toko, warung, minimarket, dan supermarket. 

Fungsi Ritel

Setelah memahami apa itu ritel, kita beralih pada fungsi ritel. Sekilas sudah disebutkan bahwa ritel memiliki peran yang krusial dalam aktivitas perekonomian. Apa saja sih fungsi dan peranan ritel dalam ekonomi?

1. Membantu Konsumen Mendapatkan Barang dan Jasa

Usaha ritel berperan dalam memasarkan barang dan jasa secara langsung kepada pelanggan. Konsumen yang membutuhkan barang untuk keperluan sehari-hari dapat mendatangi toko atau swalayan terdekat. Itulah fungsi ritel untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 

2. Memberikan Nilai Tambah Pada Produk

Ritel juga bisa memberikan nilai tambah pada sebuah produk sehingga menjadi lebih laku dijual. Misalnya, pelaku usaha ritel memberikan layanan pengiriman gratis untuk air galon ke rumah pelanggan sehingga konsumen tidak perlu repot saat membeli air. Nilai tambah juga dapat diberikan dengan memberikan layanan pemasangan untuk produk tertentu. 

3. Breaking the Bulk

Pelaku usaha ritel bisa membeli barang dari grosir dalam jumlah besar lalu memecahnya menjadi bagian atau paket kecil sehingga menjadi terjangkau bagi konsumen. Di warung, konsumen tidak perlu membeli kopi satu pack namun bisa membelinya dalam jumlah satuan. Itulah fungsi ritel untuk “breaking the bulk”. 

4. Saluran Komunikasi Dengan Pelanggan

Dalam hal ini, ritel menjadi semacam mediator antara produsen dengan konsumen. Para produsen berusaha menyampaikan keunggulan yang dimiliki produknya melalui para pengecer atau ritel. Terkadang, produsen juga memberikan penawaran-penawaran khusus sehingga menarik perhatian pembeli. 

Jenis-Jenis Ritel

Ritel dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan skala bisnisnya, kepemilikan, serta teknik pemasaran yang digunakan. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis ritel. 

1. Ritel Berdasarkan Skala Bisnis

Berdasarkan skalanya, ritel dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni ritel skala besar dan kecil. Ritel besar merupakan jenis ritel yang menyediakan barang dan jasa dalam jumlah besar. Jenis ritel berskala besar ini dapat berupa supermarket, departement store, dan hypermarket. Sementara ritel skala kecil dapat berupa warung, toko kelontong, kios, pedagang kaki lima, pedagang asongan dan sebagainya. 

2. Ritel Berdasarkan Kepemilikannya

Berdasarkan kepemilikannya, ritel dapat dikelompokkan menjadi ritel mandiri (independent retail firm), waralaba (franchising), dan corporate chain. Ritel mandiri merupakan jenis ritel yang dikendalikan dan dimiliki oleh orang per orang. Contoh ritel mandiri adalah warung, ruko, pedagang pasar dan sebagainya. 

Sementara franchising atau waralaba merupakan model bisnis yang dijalankan melalui kerja sama antara pemilik merek/produk dengan pihak kedua yang memanfaatkan hak penggunaan merek tersebut. Dalam bisnis franchise, penerima waralaba harus mengikuti aturan bisnis yang telah ditetapkan oleh pemilik franchise

Berbeda dengan waralaba, corporate chain merupakan jenis ritel yang dimiliki oleh sebuah grup atau kelompok usaha tertentu. Contoh corporate chain adalah Matahari Department Store, Ramayana Group dan lain sebagainya.

3. Berdasarkan Produk yang Dijual 

Berdasarkan produk yang dijual, ritel dapat dibedakan menjadi tiga jenis yakni product retail, service ritel, dan non-store retail. Seperti yang kita ketahui, product ritel merupakan jenis ritel yang menawarkan aneka barang, sementara sementara service ritel menawarkan jasa.

Non store retail adalah jenis ritel yang menawarkan barang maupun jasa dengan menggunakan media di luar toko fisik. Contoh non store retail antara lain penjualan secara door to door, via marketplace dan lain-lain. 

Demikianlah pembahasan mengenai apa itu ritel dan bagaimana pentingnya ritel dalam ekonomi. Untuk kamu para pelaku bisnis ritel, sudah saatnya merapikan manajemen keuangan usaha dengan mulai menggunakan Accurate Online. Software akuntansi yang telah dipilih oleh ratusan ribu perusahaan di Indonesia ini bakal memudahkan kamu dalam membuat laporan keuangan usaha. Accurate Online dapat kamu coba secara GRATIS selama 30 hari.

[andaman_services_button display=”block” andaman_text=”Coba Accurate Online 30 Hari GRATIS” andaman_href=”https://trial.accurate.id/?a=VP20KQN2″ color=”blue” andaman_size=”large” align=”center”]

Rekomendasi Liquid saltnic terbaik 2023

Related posts

Info libur ACCURATE Business Center Plaza Semanggi

ademuthia

Focus Group Discussion Adalah: Pengertian, Tujuan dan Karakteristiknya

Wida

7 Strategi Agar Bisnis Kamu Tetap Survive

ademuthia