33.7 C
Jakarta
July 18, 2024
Penjualan Resmi Software Akuntansi Accurate
Uncategorized

Definisi dan Jenis-Jenis E-Commerce Beserta Contohnya

Belanja online sudah menjadi gaya hidup baru bagi konsumen di tanah air. Saat ini, hampir setiap lapisan masyarakat sudah semakin terbiasa membeli barang maupun jasa secara daring. Berbagai jenis e-commerce pun bermunculan demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang tak terbatas. 

Tidak heran bila Indonesia disebut-sebut sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 21 miliar atau sekitar Rp 294 triliun pada 2019. Lembaga riset asal Inggris bahkan pernah menyebut Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan e-commerce terbesar di dunia. 

Di masa pandemi COVID-19 yang menyebabkan resesi ekonomi, sektor e-commerce sedikit banyak jadi “penyelamat” karena nyaris tidak terganggu kebijakan social distancing.  

Definisi Ecommerce

Apa itu e-commerce? E-commerce adalah istilah yang merujuk pada sebuah model bisnis yang memungkinkan perusahaan dan individu membeli atau menjual barang melalui internet. Sistem e-commerce yang memanfaatkan jaringan internet membuat dua pihak bisa bertransaksi tanpa harus bertemu satu sama lain. 

Selain e-commerce, kita sering pula mendengar marketplace. Sebenarnya, kedua istilah ini cukup berbeda. E-commerce merujuk pada semua aktivitas perdagangan yang dilakukan melalui perangkat elektronik sementara marketplace adalah sebuah platform yang mempertemukan pembeli dan penjual secara online. 

Dalam praktiknya, perusahaan marketplace berperan sebagai perantara agar transaksi yang dilakukan antara kedua belah pihak dapat berjalan sukses dan aman. Pada awalnya, perusahaan e-commerce seperti Tokopedia melakukan hal ini secara manual. Namun, aktivitas tersebut mulai dapat diotomatisasi dengan penerapan teknologi seperti virtual account yang memungkinkan pembayaran dapat diverifikasi secara otomatis. 

Jenis – Jenis E-commerce 

Bukan hanya platform seperti Tokopedia dan Bukalapak, e-commerce punya banyak jenisnya, loh. Berikut beberapa jenis e-commerce yang mungkin dapat menjadi inspirasi bisnis online untuk digeluti. 

Business to Business (B2B)

Ini merupakan jenis e-commerce yang fokus pada transaksi antar perusahaan atau business to business. Perusahaan e-commerce B2B seperti Ralali misalnya, memungkinkan pada agen membeli barang dalam jumlah besar pada supplier untuk dijual lagi kepada konsumen. 

Bagi para agen, mereka diuntungkan karena bisa memilih supplier yang menawarkan harga terbaik. Sementara bagi para supplier, mereka dapat memperluas pemasaran produknya dengan menambah jumlah agen. Metodenya pun semakin berkembang seperti dengan diterapkannya sistem dropship sehingga agen tidak perlu menyetok barang terlebih dahulu.  

Jenis e-commerce B2B juga mencakup produk digital seperti software akuntansi Accurate Online yang ditawarkan kepada perusahaan. 

Business to Consumer (B2C)

Jenis e-commerce ini biasanya berbentuk toko online yang menawarkan produk secara eceran kepada konsumen. Contoh e-commerce B2C adalah Gramedia Digital yang menjual buku-buku dan peralatan kantor melalui situs resminya. 

Perusahaan streaming film seperti Netflix, Viu dan lain sebagainya juga merupakan jenis e-commerce B2C. Mereka menawarkan akses menonton ke ribuan judul film dengan biaya langganan per bulan. 

Consumer to Consumer (C2C)

Jenis e-commerce C2C memungkinkan konsumen saling bertransaksi dengan konsumen lainnya secara online. Contoh gampang dari platform e-commerce C2C adalah situs OLX yang penggunanya bisa menjual atau membeli barang bekas. 

Pihak penjual dalam platform ini bukanlah pedagang pada umumnya yang memiliki banyak stok barang. Namun, hanya individu biasa yang menjual barang milik mereka yang mungkin sudah tidak terpakai.  

Contoh lain model bisnis ini yaitu situs freelancer seperti Projects atau Fastworks. Selain dari perusahaan, owner dari proyek yang ada juga datang dari individu yang kebetulan membutuhkan jasa tertentu. 

Consumer to Business (C2B)

Jenis e-commerce ini memungkinkan konsumen menjual barang atau jasa mereka kepada perusahaan. Layanan stock image seperti Freepik dan Shutterstock memungkinkan para desainer menjual hasil karya mereka kepada perusahaan.  

Business to Administration

Model bisnis ini terjadi antara perusahaan dengan pemangku kebijakan atau pemerintah. Seringkali Business to Administration disebut juga sebagai B2G atau Business to Government. Contoh dari B2A dalam e-commerce adalah software Qlue yang membantu pemerintah DKI Jakarta dan puluhan kota lainnya dalam mewujudkan konsep Smart City. 

Consumer to public administration (C2A)

Jenis e-commerce ini cukup jarang ditemui di Indonesia. Pada dasarnya, C2C adalah model bisnis yang berjalan antara individu dengan pemerintah. 

Kesimpulan

E-commerce merupakan sebuah inovasi baru yang memungkinkan terjadinya transaksi ekonomi secara digital. Sama halnya dengan bisnis konvensional, e-commerce pun punya jenisnya masing-masing. 

Berkembangnya e-commerce menjadi momentum baik bagi para pelaku usaha untuk terus mendongkrak pertumbuhan bisnisnya. Hal ini tentu perlu diimbangi dengan pengelolaan usaha yang baik seperti dalam hal keuangan. Misalnya, kamu dapat memanfaatkan software akuntansi Accurate Online untuk memudahkan pencatatan dan pembukuan usaha. Accurate Online sendiri dapat diakses secara GRATIS selama 30 hari.

[andaman_services_button display=”block” andaman_text=”Coba Accurate Online Gratis ” andaman_href=”https://account.accurate.id/join.do?a=VP20KQN2″ color=”blue” andaman_size=”large” align=”center” target=”1″]

Rekomendasi Liquid saltnic terbaik 2023

Related posts

Tips Melakukan Budidaya Tanaman Hias dengan Keuntungan Melimpah

Wida

Apakah Harga Accurate Murah ?

ademuthia

Ketahui Laporan Perubahan Modalmu

ademuthia

Leave a Comment