27.7 C
Jakarta
July 22, 2024
Penjualan Resmi Software Akuntansi Accurate
Uncategorized

Apa Itu Resesi Ekonomi dan Bagaimana Cara Pengusaha Mempersiapkannya

Indonesia hampir dipastikan mengalami resesi akibat melemahnya ekonomi karena pandemi COVID-19. Sebagai pelaku usaha, penting untuk memahami apa itu resesi dan bagaimana menghadapinya. 

Sejatinya, resesi tidak perlu ditakutkan secara berlebihan asalkan kita sanggup mempersiapkan diri. Resesi sendiri sudah pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya dan cepat atau lambat pasti akan bangkit kembali. 

Sebelum membahas lebih jauh strategi apa yang perlu disiapkan, kita pahami dulu yuk apa itu resesi ekonomi. 

Apa Itu Resesi Ekonomi

Dikutip dari Wikipedia, resesi ekonomi adalah kondisi ketika Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan dan pertumbuhan ekonomi bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. 

Resesi yang berkepanjangan nakan berdampak pada terjadinya depresi ekonomi. Ini adalah suatu keadaan di mana ekonomi mengalami penurunan selama tiga tahun atau lebih. 

Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Keuangan telah mengkonfirmasi bahwa Indonesia sudah masuk ke dalam resesi akibat Pandemi COVID-19. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II yang minus 5,32% dan kuartal III yang diperkirakan minus 2-9%.

Mau tidak mau, resesi ekonomi pasti akan memberikan dampak yang signifikan pada berbagai lini bisnis. Yang paling terasa tentu saja adalah melemahnya daya beli masyarakat yang berimbas pada menurunnya permintaan terhadap barang dan jasa. 

Ini akan berakibat pada banyaknya perusahaan yang melakukan efisiensi sehingga terjadi PHK di berbagai sektor. 

Trik Pelaku Usaha Menghadapi Resesi Ekonomi

Sebagai pelaku usaha, berikut beberapa hal yang dapat kamu lakukan guna menghadapi resesi ekonomi. 

Miliki Cash Keras

Pada saat resesi usahakan agar kamu memiliki modal cash yang cukup. Jika kamu punya instrumen investasi, alihkan ke instrumen yang lebih likuid seperti emas. 

Jangan menumpuk modal barang terlalu banyak karena arus penjualan di masa resesi pasti berbeda. Hal ini untuk mengantisipasi daya beli masyarakat yang menurun drastis sehingga permintaan terhadap produk kamu pun berkurang.

Di masa seperti sekarang, kebijaksanaan dalam mengatur uang sangat diperlukan. Tahan pengeluaran yang sekiranya tidak mendesak. 

Buat Efisiensi Biaya Produksi

Melakukan efisiensi biaya produksi menjadi salah satu solusi mengelola keuangan bisnis di tengah krisis. Biaya produksi meliputi bahan baku, upah tenaga kerja, dan biaya-biaya lainnya yang terkait operasional. 

Penyesuaian misalnya dapat dilakukan dengan menurunkan kapasitas produksi sehingga kebutuhan terhadap bahan baku berkurang. Selain itu, mencari bahan baku dengan harga yang lebih murah bisa menjadi pilihan lain.

Jika sudah tidak terhindarkan, lakukan efisiensi pada karyawan untuk menghindari kerugian mendalam. Ada beberapa opsi terkait hal ini. 

Pertama, Anda memotong gaji karyawan sehingga hanya sampai pada gaji pokok. Kedua, memotong jumlah karyawan sebagai bentuk efisiensi. Opsi kedua merupakan jalan terakhir, ketika kondisi perusahaan sudah tidak memungkinkan.  

Upayakan Mendapat Bantuan Ekonomi

Di masa sulit, pemerintah pasti tidak tinggal diam. Biasanya, pemerintah akan meluncurkan sejumlah kebijakan fiskal untuk memulihkan kondisi ekonomi. 

Misalnya, pemerintah memberikan relaksasi atau keringanan kredit bagi pelaku usaha yang memiliki pinjaman di Bank. Dengan cara ini, beban pebisnis yang punya utang usaha di lembaga pinjaman sedikit bisa dikurangi. 

Kedua, dengan cara mengucurkan bantuan modal usaha untuk meningkatkan ketahanan bisnis. Ini yang sudah diupayakan oleh pemerintah dengan meluncurkan bantuan langsung tunai Rp2,4 juta untuk UMKM. 

Cari tahu bantuan apa saja yang mungkin bisa kamu terima pada saat resesi. Manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya untuk menjaga usaha kamu tetap stabil.

Perluas Jangkauan Pasar

Di masa resesi, penting sekali untuk menjaga penjualan tetap ada dan arus kas terjaga. Jika di pangsa pasar yang ada sekarang mengalami penurunan permintaan, cobalah untuk memperluas areanya. 

Karena itu, pada saat seperti ini kita dituntut untuk meningkatkan kreativitas untuk menghadapi tren penurunan pasar. Hal ini yang misalnya dicontohkan oleh sejumlah brand FnB seperti KFC dan McD. Akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mereka tak bisa membuka gerai seperti biasanya. Namun, mereka tak ragu untuk mendatangi konsumen di titik-titik tertentu. 

Momentum Memperbaiki Manajemen Usaha

Penurunan kinerja bisnis dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi lagi strategi dan manajemen usaha. Kamu dapat mencari tahu berbagai kelemahan dalam bisnis yang sebelumnya tidak disadari. 

Apakah model bisnis yang ada saat ini dapat bertahan di situasi krisis? Apakah selama ini masih ada proses produksi atau manajemen yang belum efisien? 

Setelahnya, buat langkah-langkah perbaikan. Dalam hal keuangan misalnya, kamu dapat menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online agar proses pencatatan keuangan menjadi lebih transparan dan rapi. Accurate Online yang bisa diakses GRATIS selama 30 hari ini bisa menjadi solusi keuangan bisnis kamu.

[andaman_services_button display=”block” andaman_text=”Coba Accurate Online GRATIS” andaman_href=”https://account.accurate.id/?a=VP20KQN2″ color=”blue” andaman_size=”large” align=”center” target=”1″]

Rekomendasi Liquid saltnic terbaik 2023

Related posts

Harga Promo Accurate Dekstop | Accurate Accounting Software

ademuthia

Berapa Biaya Pembuatan SIUP untuk Usaha Saya? – Cara Membuat SIUP

ademuthia

6 Hal Penting yang Harus ditanyakan Sebelum Menggunakan Jasa Konsultan Keuangan

ademuthia

Leave a Comment